Kebaktian Kaum Muda Sabtu, 4 Mei 2002
Oleh : Pdt. Pong Dongalemba
Lemah Putro Surabaya
Kaum Muda yang dikasihi Tuhan, saya menyampaikan salam sejahtera dan selamat berbahagia dalam menikmati sabda Tuhan dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Kita membaca firman Tuhan di dalam Injil Lukas 12-17, tentang tabiat-tabiat daging yang harus dirobek. Ada 5 tabiat daging yang harus dirobek, sebab “daging” ini tidak ada di dalam Kerajaan Sorga, yaitu :
I. Tabiat Kemunafikan (ayat 1-3)
II. Tabiat Ketakutan (ayat 4-12)
III. Tabiat Keinginan daging (ayat 13-21)
IV. Tabiat Kekuatiran (ayat 22-34)
V. Tabiat Kelengahan (ayat 35-59 )
Sekarang kita memeriksa “tabiat daging” yang kedua : KETAKUTAN
“Aku berkata kepada mu hai sahabat-sahabatku……takutilah Dia yang setelah membunuh mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka……..Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.”(Lukas 4 : 4-12)
Pengertian “Takut” di sini mempunyai 2 (dua) arti yang sangat berlawanan dan ini perlu dijelaskan, agar kita tahu mana pengertian “takut” yang harus dirobek, yaitu :
- Takut yang menghalangi kita masuk ke surga (=tabiat daging yang
harus dirobek)
- Takut takut akan Tuhan (= harus dipelihara).
Hal “Takut Akan Tuhan”
Pengertian umumnya adalah “Permulaan pengetahuan”.
“Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”(Amsal 1:7)
tetapi pengertian secara rohani adalah “ Hikmat”
“Tetapi kepada manusia Ia berfirman, Sesungguhnya takut akan Tuhan itulah hikmat dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.” (Ayub 28:28)
Hikmat itu lebih tinggi dari pengetahuan. Hikmat adalah pengetahuan/ilmu yang sudah dipraktekkan merupakan tindakan yang bijaksana, berhikmat. Orang itu disebut orang yang bijaksana, orang yang berakal budi baik.
“Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepadaNya tetap untuk selamanya.” (Mazmur 111 : 10)
“Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.” (Amsal 9 : 10)
Sekarang dari semua ayat-ayat mengenai “Takut akan Tuhan” ini kita baca, dan kita cocokkan. Kemudian kita menulis kalimat-kalimat yang sama, dan yang berbeda kita tulis, agar tahu perbedaannya, sehingga kita menemukan “kesimpulan” yang benar untuk dipraktekkan, yaitu :
- takut akan Tuhan kita diberkati oleh Tuhan,
- takut akan Tuhan kita diselamatkan,
- takut akan Tuhan kita memiliki hidup yang kekal.
- dan masih banyak hasil yang baik lainnya, yang meyakinkan kita untuk takut akan Tuhan.
Kemudian saudara dapat mencari akibat dari orang yang “tidak takut akan Tuhan”, biasanya disebutkan sebagai “orang bodoh”, dan sebagainya, sehingga saudara dapat melihat berbahayanya kehidupan yang tidak takut akan Tuhan.
“Bagaimanakah praktek takut akan Tuhan ?”
Kita takut pada Tuhan yang kita sembah, yaitu “Allah Bapa”, “Anak Allah”, dan “Allah Roh”, yaitu “Tuhan Yesus Kristus”, dalam uraian di bawah ini kita akan mengetahui bagaimanakah “praktek” takut akan Tuhan.
A. “Allah Bapa” “Tuhan”
“Ada seorang laki-laki ditanah Us bernama Ayub. Orang itu saleh dan jujur,ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” (Ayub 1 : 1)
Kita takut akan Tuhan dengan menjauhi segala kejahatan, sebab Allah itu Maha Suci, dan klimaksnya adalah kita menjadi orang yang jujur (=saleh suci).
“Jadi jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup.” ( II Petrus 3 : 11)
Kesucian adalah “tabiat ilahi”, tabiat Allah yang harus kita miliki sebelum dunia ini hancur dan binasa, sebab di saat itu Tuhan akan menyatakan diriNya, Ia berkata : “betapa suci dan salehnya”. Saat ini Tuhan “sedang” mengerjakan kehidupan kita dengan “pedang” firman yang tajam yang mengoperasi tempat yang berdosa dengan kuasa Roh Kudus. Ia mengoperasi dosa dengan “terang” firman Tuhan sampai tidak ada bekasnya, sehingga kita menjadi “manusia baru” seutuhnya, bukan kehidupan yang tambal sulam.
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
( I Korintus 5 : 17 )
“Manusia Baru” inilah yang akan ditampilkan saat Yesus datang, “betapa saleh dan sucinya kamu harus hidup”. Pengakuan dosa itu hanya dapat dilakukan oleh orang yang takut akan Tuhan, sedangkan orang yang menyembunyikan dosa berarti ia tidak takut Tuhan. Ini adalah orang yang bodoh, yang menipu dirinya sendiri, padahal dalam pengakuan dosa itu kita berhadapan dengan Allah Bapa yang : 1. Ia Maha Murah mampu mengampuni sebesar apapun dosa kita dengan penuh kasih sayang 2. Ia Maha Adil menghukum manusia yang tidak takut akan Tuhan “dua kali lipat” pada hari kedatanganNya yang kedua.
“Balaskanlah kepadanya seperti Dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya.”(Wahyu 18 :6)
“Dua kali lipat” itu menunjukkan Keadilan Tuhan, bukan karena Tuhan jahat, tetapi Ia sudah datang dengan kasihNya untuk membenarkan orang berdosa lewat pengampunan, kalau Tuhan datang dengan keadilanNya, maka orang berdosa harus dihukumkan, tetapi Tuhan sudah menggantikan keadilan itu dengan “kemurahan”, sehingga orang berdosa yang mengakui segala dosanya tidak dihukumkan, tetapi dibenarkan.
Ada tiga saksi yang tampil di dalam penghakiman itu, yaitu :
a. Setan, menuduh siang dan malam
b. Hati nurani, saksi ini tidak dapat disuap. Ia yang menuduh segala perbuatan dosa yang kita sembunyikan. Hati nurani ini dapat “diam” tidak menuduh hanya dengan “Darah Yesus”, darah Yesus ini menutup suara hati nurani kalau sudah terjadi pengakuan dosa ( I Yohanes 1 : 7,8) dengan pendamaian. Hati nurani itu baru tenang.
I Petrus 3 : 19-21 adalah Baptisan Air, yaitu penguburan dosa-dosa dan kita memohon hati nurani yang baik kepada Allah. Dahulu “baptisan” dilambangkan dengan bahtera Nuh, dosa-dosa ditenggelamkan.
c. Yesus.
B. “Anak Allah” “Firman Allah”
“Aku telah datang ke dalam dunia…….melainkan untuk menyelamatkanNya……….yaitu firman yang telah Kukatakan kepada mu, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir jaman. ……………..seperti yang difirmankan Bapa kepada Ku.”
(Yohanes 12 : 46-48)
Firman Allah sudah datang ke dalam dunia : “firman menjadi manusia”, tetapi banyak ditolak oleh manusia, dan di Hari Penghakiman semua firman Allah yang kita tolak itu akan menuntut kehidupan kita, tetapi seberapa banyak Firman Allah yang kita terima, sebanyak itu juga kasih Allah melimpah dalam kehidupan kita, yang menerangi kehidupan kita Hal ini harus kita perhatikan dan sungguh-sungguh, jangan kita berani menghinakan firman dengan acuh tak acuh terhadap firman, tetapi di saat ini kita membutuhkan firman yang bukan sekedar “kata-kata kosong” tetapi firman inilah yang benar-benar menolong kehidupan kita. Saat raja Saul melanggar firman Allah, ia pergi mencari Firman Allah, tetapi tidak menemukannya, mencari nabi yang berkhotbah tidak ada lagi, mencari lewat mimpi tetap tidak ada. Suatu saat firman yang sebagai hakim itu akan menuntut seberat-beratnya dari firmanTuhan yang kita tolak.
C. “Allah Roh” “Roh Kudus”
“Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus dia tidak akan diampuni” (Lukas 12 : 10)
Di sini disebutkan “menghujat Roh Kudus”, berarti kita mendukakan Roh Kudus.
“dan janganlah mendukakan Roh Kudus Allah yang memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.” (Efesus 4 : 30)
Jangan kita mendukakan Roh Kudus di hari-hari ini, dengan melawan dorongan Roh Kudus untuk beribadah pada saat kita sedang sibuk melakukan sesuatu pekerjaan. Kalau kita sering menolak suara Roh Kudus, kita dapat menjadi orang yang tidak dengar-dengaran, dan kalau diteruskan kita dapat “memadamkan” Roh Kudus ( I Tesalonika 5 : 19), sehingga Roh Kudus meninggalkan manusia, sebab Roh Kudus adalah Roh yang tidak mau berbantah-bantahan. Manusia itu akan menjadi “dingin rohani” artinya manusia itu “hidup tanpa roh” (Yudas 1 : 17-19), itu sama dengan hewan (=hanya tubuh dan darah), manusia yang setaraf dengan nabi palsu, antikris, ular naga merah padam, yaitu “daging” yang sekarang menjadi “penghujat Allah”, orang ini tidak dapat lagi diampuni.
Jadi kebaikan yang kita terima dari “takut akan Tuhan” adalah:
- menghargai kasih dan kesucianNya
- menyimpan firman Tuhan di dalam hatinya.
- menjadi orang yang dengar-dengaran kepada Roh Kudus.
Sedangkan akibat yang kita terima dari “tidak takut akan Tuhan” terbagi dalam 3 (tiga) “Stadium”, yaitu :
1. Mendukakan Roh Kudus.
2. Memadamkan Roh Kudus.
3. Menghujat Roh Kudus
Kita harus waspada terhadap hal ini, agar kita ditampilkan oleh Tuhan dengan “kelembutan” sama seperti Roh Kudus yang tampil dengan “kelembutan”. Tuhan memberkati kita semua. Puji Tuhan !!
KABAR MEMPELAI INTERNASIONAL