Materi Kuliah Teknik Presentasi
1. Praktik Public Relations (PR)
Hampir semua kegiatan, resmi maupun
tidak resmi, mulai dari dunia Industri, olah raga, politik/pemerintah, militer,
hiburan dan sektor-sektor lainnya tidak terlepas dari aspek kegiatan Public
Relations. Secara konsep, Public
Relations adalah sub bidang Ilmu Komunikasi dan kegiatannya dilakukan untuk
menjembatani lembaga atau perusahaan dengan publiknya atau sasarannya guna
memperoleh mutual undertanding antara keduanya.
Tugas utama PR adalah memperlancar
proses komunikasi dan pemahaman, yang mencakup riset dan analisis, penyusunan
kebijakan, pemograman, komunikasi dan umpan balik dari masyarakat yang terkana
dampak.
Komunikasi adalah : Suatu proses penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain
sehingga tercapai pengertian yang sama antara pengirim dan penerima informasi.
Tujuannya adalah :
-
Agar
terjadinya saling pengertian antara kedua belah pihak, dan akhirnya terciptanya
citra positif serta dukungan publik terhadap keberadaan organisasi tersebut.
-
Membentuk
dan mempertahankan perasaan, serta perilaku positif masyarakat luas terhadap
organisasi, lembaga, atau perusahaan.
Ada 5 persyaratan mendasar dalam
menjalankan fungsi PR, yakni :
1. Kemampuan berkomunikasi (Ability to
communicate)
2. Kemampuan manajerial dan kepemimpinan
(Ability to organize)
3. Kemampuan bergaul atau membina relasi
(Ability to get on with people)
4. Memiliki kepribadian yang utuh atau
jujur (Personality Integrity)
5. Banyak Ide dan Kreatif (Imagination)
Seorang komunikator yang baik,
seorang PR perlu memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki prinsip dan mampu
memberikan terobosan-terobosan cara berfikir baru, yang membantu menyelesaikan
masalah dalam kehidupan modern dewasa ini.
Ciri-ciri pemimpin yang berprinsip :
-
Pribadi yang terus belajar : Orang yang berprinsip terus
belajar dari pengalaman-pengalaman. Ia membaca, mengikuti pelatihan dan
kursus-kursus, penataran, mendengarkan orang lain, belajar menggunakan kedua
telinga dan mata, serta selalu ingin tahu dan bertanya. Secara terus menerus,
ia menambah kemampuan untuk mengerjakan banyak hal.
-
Pribadi yang berorientasi pada
pelayanan : Seorang
pribadi, yang mau berjuang untuk menjadi pemimpin berprinsip, melihat kehidupan
sebagai suatu misi, dan tidak sebagai karier. Menyadari bahwa manusia
diciptakan sebagai makhluk sosial.
-
Pribadi berjiwa positif mampu
mempercayai orang lain : Orang yang berprinsip tidak beraksi berlebihan pada perilaku negatif,
kritikan, atau kelemahan manusiawi orang lain. Tidak merasa hebat, ketika
menemukan kelemahan orang lain, tidak naif.
2. Pengembangan Kepribadian (Professional Image)
Kepribadian : Sekumpulan
karakteristik perilaku yang dimiliki individu dan bersifat permanen,
kepribadian juga dapat didefinisikan sebagai pola perilaku konsisten dan
bertahan lama (enduring). Oleh karena itu, variabel kepribadian bersifat lebih
dalam dari pada gaya hidup.
Tujuan mempelajari kepribadian adalah :
1. Untuk mengetahui bagaimana seharusnya
Anda menerima diri Anda dengan mempelajari reaksi-reaksi serta perasaan anda
dan mewujudkan perasaan-perasaan tersebut melalui diskusi dan interaksi dengan
orang lain (Komunikasi dua arah)
2. Mengembangkan perasaan harga diri dan
percaya diri melalui aspek dukungan dan tanggung jawab yang bersifat timbal
balik.
3. Untuk meningkatkan pengertian diri,
nilai-nilai diri, kebutuhan diri, agar dapat mengontrol serta membantu orang
lain melakukan hal yang sama.
4. Untuk memperoleh pengertian yang
lebih baik mengenai Kepribadian seseorang, dimensi-dimensi yang terlibat dan
menguji umpan balik yang diberikan/diterima dari pengalaman-pengalaman dari
orang lain.
5. Untuk mempelajari perubahan-perubahan
dalam gaya hidup (Life style), tujuan serta keputusan-keputusan di dalam
profesi apapun.
Kepribadian adalah : Sifat-sifat diri yang relatif menetap dalam diri kita.
1.
Kepribadian bukanlah suatu yang dapat anda pakai dan lepas begitu saja,
seperti mode misalnya.
2.
Kepribadian yang membentuk diri Anda menjadi sesuatu yang bersifat unik.
3.
Kepribadian tercermin melalui cara Anda atau sikap Anda, bagaimana Anda
tampil dan bertingkah laku, baik di rumah, ditempat kerja, maupun dalam situasi
sosial lainnya.
Ada beberapa jenis sifat-sifat Kepribadian :
1. Sifat Introvert dengan ciri orang yang pendiam, tidak suka bergaul dan
suka menyendiri.
2. Sifat Ekstrovert dengan ciri orang yang suka bergaul, perhatiannya lebih
banyak tertuju keluar dan suka berkawan.
3. Sifat Agresif, non-agresif, pesimistis dan optimis.
Kepribadian yang baik :
1. Sebagai Individu terlebih lagi
sebagai seorang profesional, kita hendaknya selalu berusaha menjadi seseorang
yang mudah menyesuaikan diri
2. Kepribadian yang baik tercermin dari
sikap, etika dan serta pengetahuan
Ada
beberapa cara agar hal tersebut diatas dapat tercapai :
a. Mengenal identitas diri kita lebih
seksama
b. Mengetahui kebutuhan-kebutuhan pokok
dan motivasi melandasi kepribadian.
c. Mengadakan evaluasi diri.
Kepribadian
dan faktor-faktor yang mempengaruhi :
1.
Faktor Budaya : Sedikit banyak mempengaruhi manusia
sejak lahir, seperti cara ia makan, berpakaian, bergaul dan sebagainya.
2. Faktor Keluarga
: Keluarga merupakan bagian kecil dari masyarakat, dimana kegiatan-kegiatan
dilangsungkan. Pengaruh orang tua, terutama pada masa balita, besar sekali.
Pengaruh ini biasanya melekat pada anak-anak hingga dewasa. Oleh karena itu,
keluarga merupakan “The first molder”. Keluargalah yang membentuk dasar
identitas diri dan kepribadian.
3. Faktor Agama : Faktor
yang cukup besar pengaruhnya dalam hidup manusia.
4.
Faktor Sekolah : Mempunyai pengaruh besar dalam
membentuk karakter seseorang. Pengaruh dari guru, teman, lingkungan sekolah
serta mutu sekolah.
5.
Faktor Ekonomi : Hal ini merupakan faktor penting
dalam kehidupan yang dapat menentukan sikap terhadap Individu dan
golongan/pemerintahan.
6.
Faktor Sosial : Status sosial dapat menentukan
pandangan seseorang atau golongan, tetapi tidak berarti bahwa seseorang yang
mempunyai “High Income” akan mempunyai status sosial yang tinggi juga. Dalam
status sosial ada beberapa faktor yang menentukan yakni : latar belakan
keluarga, pendidikan, tetangga.
Kepribadian terkait
dengan Sikap (attitude), karena
kepribadian seseorang tercermin melalui cara atau sikap seseorang dari
bagaimana ia tampil dan bertingkah laku, baik di rumah, di tempat kerja, maupun
dalam bersosialisasi.
Sikap adalah :
Cara Anda melihat sesuatu secara mental (didalam diri Anda), yang mengarah pada
perilaku yang ditujukan pada orang lain. Ide, obyek, atau kelompok tertentu.
Sikap terdiri dari 3 komponen :
1.
Keyakinan (
Aspek Kognitif), yaitu komponen yang berisikan apa yang diyakini dan apa
yang dipikirkan orang mengenai suatu obyek. Aspek keyakinan yang positif akan
menumbuhkan sikap positif. Sedangkan Aspek negatif akan menumbuhkan sikap
negatif.
2.
Perasaan (Aspek efektif), yaitu persaan senang dan tidak senang.
Perasaan adalah komponen penting dalam pembentukan sikap. Beberapa ahli
mengatakan, bahwa sikap itu semata-mata refleksi dari perasaan senang atau
perasaan tidak senang terhadap obyek sikap.
3.
Kecenderungan berperilaku (Aspek
Konatif), yaitu bila
orang menyenangi sesuatu obyek, maka ada kecenderungan orang akan mendekati
obyek tersebut, dan sebaliknya.
Bentuk Sikap
1.
Sikap Positif :
a. Merupakan suatu yang indah dan
membawa seseorang untuk selalu dikenang, dihargai, dihormati.
b. Mengatakan bahwa seseorang yang memiliki
kepercayaan diri, patut dikenal dan diketahui.
c. Mengatakan tidak hanya melalui
ekspresi, tetapi juga melalui bagaimana cara ia berbicara, berjumpa orang lain,
dan cara menghadapi masalah.
2.
Sikap Negatif :
a. Lebih sekedar bermuka sedih
b. Sesuatu yang menunjukkan
ketidakramahan, tidak menyenangkan, dan tidak memilki kepercayaan diri.
Sikap dan kepribadian :
1. Sikap bukanlah sesuatu yang dibawah
sejak lahir, Sikap terbentuk melalui proses, pengalaman hidup serta secara
alami.
2. Ada dua pokok pembentukan sikap yang
erat dengan kepribadian yakni :
a. Melalui proses belajar (Social
learning), sumber pembentukan sikap pada diri individu adalah dari perilaku
orang lain
b. Mengalami pengalaman langsung (direct
experience), Seperti pepatah yang sangat popular “ Tak kenal maka tak sayang “
Pepatah ini menunjukkan, bahwa kita baru menyukai atau mengetahui sesuatu,
apabila kita sudah mengenal dan mempunyai pengalaman terhadap hal tersebut.
3. Kepribadian adalah sumber segala
sikap dan etika kita dalam kehidupan bermasyarakat
4. Sikap terhadap pekerjaan sangat
ditentukan oleh keadaan diseputar pekerjaan itu. Semakin banyak hal-hal positif
yang ditemui orang dalam pekerjaan, maka akan semakin positif pula sikap
seseorang terhadap pekerjaan.
Menghilangkan Sikap negative.
1.
Belajar mengenalinya, bersikap jujur terhadap diri sendiri, atau tanyalah
pada seseorang yang anda percaya dan hargai.
2.
Akui bahwa anda melakukannya bila anda melihat sikap tersebut pada diri
anda.
Menumbuhkan Sikap Positif.
1. Tumbuhkan pada diri anda suatu motif
yang kuat. Ingatkan diri anda, bahwa sesuatu yang positif akan diperoleh dari
kebiasaan baru.
2. Jangan biarkan perkecualian sebelum
kebiasaan baru mengakar dikehidupan anda.
3. Berlatih pada setiap kesempatan,
lakukan berdasarkan pemecahan Anda.
Sikap yang diinginkan Perusahaan (Dunia Kerja) pada kita :
1. Bersifat ramah
2. Suka bekerjasama dengan orang lain
dan pandai berkomunikasi
3. Bersedia kerja keras dan bekerja
lembur
4. Berpenampilan rapi dan menarik
5. Bersifat tegas dan berhati-hati dalam
ucapan dan tindakan
6. Bercita-cita tinggi dan berorientasi
untuk sukses
7. Menguasai Ilmu Komunikasi yang
canggih dan efektif
8. Menguasai tata tertib lingkungan.
Resep Sikap dan Kepribadian bagi Profesi apapun
1. Be your self (Jadilah diri sendiri,
jangan berlebihan)
2. Jujurlah pada diri sendiri
3. Self Control untuk kemarahan,
ketidakpuasan, dan ketidaksabaran
4. Selalu menyenangkan orang lain
(Always wants to please somebody)
5. Evaluasi diri
6. Terimalah diri Anda sendiri seadanya,
seperti menerima orang lain
7. Setiap manusia di dasar hatinya ingin
selalu dihormati dan dihargai
8. Kembangkan kepribadian Anda, dan
atasi kelemahan-kelemahan serta sifat-sifat buruk lainnya.
9. Carilah kesenangan dan kegembiraan
dari hal-hal yang sederhana
10. Carilah Pengetahuan, pupuklah ilmu
yang membuat Anda menjadi insan yang bijaksana
11. Jagalah sikap Anda dimanapun
12. Jaga Etika dan Etiket
13. Menjadi pendengar yang baik (Be a
good listener)
14. Penuh perhatian pada hal-hal sekecil
apapun
15. Pupuk dan pertebal rasa percaya diri
dengan lebih mendekatkan diri pada Sang Maha Pencipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar