Teknik Presentasi VI
Media Public Relations (House Journal)
House Journal :
Seperti Majalah bulanan (in house magazine), Profil Perusahaan (Company
profile), Laporan tahunan Perusahaan (Annual report), Prospectus, Buletin, dan
Tabloid.
House Journal, seperti yang
dikemukakan Jefkins adalah salah satu
bentuk Media Komunikasi Public Relations yang paling tua.
Dalam bukunya Essential of Public
Relations, Frank Jefkins lebih jauh menyebutkan, bahwa House Journal memiliki berbagai nama lain, seperti House Organs
(Penerbitan Internal), Employee
newspaper (Surat Kabar Karyawan), dan Company newspaper (Surat Kabar
Perusahaan). Selain yang disebut Jefkins, nama lainnya seperti Inhouse Magazine
(Majalah Internal), dan di Indonesia disebut juga sebagai Majalah Intern
(Majalah yang diterbitkan khusus untuk kalangan terbatas).
House Journal tergolong Private Publications (Penerbit untuk
kalangan sendiri/tertentu) beda dengan Commercial
press (Media massa yang dijual untuk umum)
House Journal dapat dibedakan dari
sasaran Pembacanya yaitu bersifat Internal
(Untuk staf dan karyawan) dan yang bersifat Eksternal (Untuk Publik diluar Perusahaan).
Perusahaan di Indonesia yang berupaya
menerbikan House Journal adalah, Perusahaan
swasta dalam bidang industri dan perdagangan, Pemerintah dan Organisasi massa
(nonprofit) seperti organisasi Profesi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM),
organisasi Pemuda dan organisasi Politik.
House
journal juga dianggap sebagai Media alternatif dalam melakukan komunikasi
dialogis antara
Organisasi/Perusahaan dengan Publiknya. Contohnya Departemen Store seperti
Matahari, Hero SuperMakat, Hypermart menerbitkan House Journal dalam bentuk
Majalah, atau surat kabar tabloid. Dan juga Organisasi keagamaan, seperti
Mesjid, Gereja. Bagi orang Islam misalnya, hampir setiap Shalat Jum’at tersedia
Hous Journal dalam bentuk newsletter, yang berisikan Informasi penting tentang
ajaran agama Islam dan perkembangannya.
Menurut Frank Jefkins, ada lima bentuk utama House Journal yaitu :
1.
The Sales bulletin : adalah Bulletin Media
Komunikasi reguler antara seorang Sales
Manager dengan Salesman-nya dilapangan. Bulletin ini terbit secara mingguan.
2.
The Newsletter : Yaitu berisi pokok-pokok berita yang
diperuntukan bagi pembaca yang sibuk
3.
The Magazine : Yaitu berisikan tulisan berbentuk
Feature, artikel, gambar, dan foto. The Magazine diterbitkan setiap bulan atau
triwulan
4.
The Tabloid newspaper : Yaitu mirip dengan surat kabar
Populer (umum) dan berisikan pokok-pokok berita yang sangat penting, artikel
pendek, dan ilustrasi. Buletin ini diterbitkan mingguan, dwimingguan, bulanan,
atau setiap dua bulan sekali.
5.
The wall newspaper : Yaitu bentuk media komunikasi
staf/karyawan disatu lokasi pabrik, perusahaan, atau pasar swalayan. Di
Indonesia, buletin ini dikenal juga sebagai surat kabar/majalah dinding.
Sekitar tahun 1980-an muncul tiga bentuk baru House
Journal elektronik yaitu :
1.
Audio tapes : Berita-berita direkam pada tape
kaset musik kecil dengan menggunakan kaset rekaman. Karyawan mendengarkan
dikantor, dirumah, atau didalam mobil, ketika berangkat dan pulang kerja. Audio
line juga digunakan, seperti di Supermaket atau Mall.
2.
Video Kaset : Perusahaan memiliki studio sendiri,
yang dipancarkan melalui TV yang disebar ditempat-tempat strategis di dalam
Perusahaan, atau semacam video line di Supermaket atau Supermall.
3.
Surat Kabar elektronik : Dimana para pembaca bisa melihat
indeks dan halaman subjek yang diinginkan melalui komputer yang tersebar di
lokasi-lokasi seperti stasiun kereta api, kantor pabrik di Supermaket, atau
Mall.
Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh Public Relations dalam
pembuatan House Journal, yaitu :
1.
Readers (Pembaca)
Bahwa sponsor
dan redaksi dari House journal harus secara pasti tahu siapa yang menjadi
target/sasaran pembacanya, apakah manajemen, eksekutif atau karyawan
kebanyakan. Pembaca akan menentukan gaya dan isi penerbitan.
2.
Quantity (Eksemplar, tiras/oplah)
Jumlah tiras
dari House Journal yang diterbitkan tentunya harus disesuaikan dengan jumlah
konsumen. Tiras akan mempengaruhi cara produksi, kualitas bahan, dan isi
jurnal.
3.
Frequensy (Waktu terbit atau edisi)
Dari fasilitas
dan biaya yang ada dapatlah diputuskan untuk menerbitkan sebuah House Journal
dengan waktu edisi terbit, harian, mingguan, bulanan atau dengan waktu yang
jarang, dwibulanan, triwulanan tertentu. Akan tetapi, tidak boleh ada celah
yang terlalu besar, karena akan menghilangkan kontuinitas terbit dan mengurangi
informasi kepada pembaca.
4.
Policy (Kebijakan redaksi)
Menetapkan
tujuan penerbitan, House journal bisa dibuat sebagai penghargaan kepada para
pendahulu (pionir perusahaan/organisasi), yang telah dianggap memiliki andil
besar terhadap perkembangan perusahaan.
Hal terpenting
adalah, bahwa House journal yang diterbitkan harus sejalan dengan program
public relations secara menyeluruh, sehingga tercapai sasaran suatu
Organisasi/perusahaan dalam memelihara dan mengingatkan citra positif.
5.
Title (Nama House Journal)
Nama dan Logo
house journal sudah termasuk dalam rancangan/desain. Hal penting yang harus
diperhatikan adalah, bahwa nama itu harus mencerminkan kekhasan atau memilki
karakteristik tersendiri, mudah diingat, dan komunikatif.
6.
Proses Percetakan
Proses
Percetakan bisa menggunakan letterpress, photogavure atau web offset. Proses
pencetakan ini ditentukan oleh faktor-faktor tertentu, seperti eksemplar/tiras,
penggunaan warna (banyak warna, sebagian atau hitam putih), dan jumlah gambar
atau foto.
7.
Style (format/gaya/bentuk)
Hal-hal yang
mempengaruhi penampilan/gaya House Journal adalah ukuran halaman, berapa banyak
kolom, tipografi, ilustrasi, keseimbangan berita, feature, dan artikel.
8.
Free issue or cover price
Ada dua
pendapat mengenai hal ini. Pertama, House Journal itu tidak dihargakan/dijual.
Sedangkan, yang lainnya berpendapat, apabila House Journal itu ingin dihargai atau
dinilai lebih tinggi, dan tidak sekedar iseng belaka, House Journal itu harus
dijual dengan harga tertentu. Ini tergantung sejauh mana House Journal tersebut
mewakili kepentingan, baik top manajemen, karyawan, maupun pelanggan/pembeli.
9.
Advertisement (Iklan)
Seperti halnya
media pers lainnya, House Journal mampu menyerap iklan. Hal ini bergantung
kepada karakteristik pembaca, dan jumlah tiras yang dimilki House Journal, agar
bisa menarik bagi pemasang iklan.
10. Distribution (Sirkulasi)
Proses
distribusi House Journal haruslah memperhitungkan aktualitas penerbit.
Penyampaian House Journal bisa dikirim melalui kurir (ditangani sendiri), via
pos, atau digabung dengan sirkulasi pers komersial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar