Teknik Presentasi V
MEETING (RAPAT)
Mengapa
Rapat diadakan : Yaitu Untuk membuat Keputusan secara bersama kepada orang lain
untuk berbagi tanggung jawab, Memikul tanggung jawab bersama atas
kesalahan-kesalahan terhadap keputusan yang telah dibuat bersama, Memperoleh lebih banyak informasi yang
diperlukan dengan cara menghubungkan satu Informasi dengan Informasi lainnya.
Terdapat
hubungan langsung antara jumlah perencanaan yang bijaksana dan produktifitas,
serta kepuasan yang muncul dari suatu rapat.
Melaksanakan rapat dimulai dari :
Menentukan tujuan : Merencanakan suatu rapat yang efektif dimulai
dengan menentukan tujuan rapat. Tujuan rapat tersebut seperti :
1.
Membuat Pelatihan atau pendidikan peserta
2.
Menyebarkan informasi
3.
Memperoleh Informasi
4.
Memecahkan masalah
5.
Membuat Keputusan
Dengan
menentukan tujuan rapat, Anda dapat mengantisipasi hasil-hasil yang diinginkan
dari rapat tersebut. Rapat yang diselenggarakan untuk tujuan yang berbeda akan
memperoleh hasil yang berbeda pula.
Mengantisipasi hasil : Hasil-hasil dari
rapat pendidikan dan pelatihan mungkin merupakan perilaku, keahlian, atau
teknik-teknik baru. Misalkan Organisasi Mahasiswa mengadakan “ Event “ untuk
mengumpulkan dana bagi suatu proyek. Pelatihan teknik Marketing merupakan hal
penting untuk menunjang keberhasilan kegiatan tersebut. Rapat Anda juga mungkin
memusatkan perhatian pada pengembangan Tim, penjelasan peran, pemberian umpan
balik, dan dukungan bagi para peserta.
Setelah
penentuan hasil-hasil yang diantisipasi, langkah berikutnya adalah pemilihan
rencana untuk mencapai hasil-hasil tersebut.
PEMIMPIN RAPAT
Bagaimana memimpin Rapat yang baik ?
Rapat
adalah bagian penting dalam proses kerja. Dari Rapatlah muncul Ide-ide, yang
kemudian diwujudkan dalam langkah nyata. Ide Kreatif bisa lahir, bila suasana
rapat mendukung.
Tugas
Pemimpin Rapat adalah membuat suasana yang kondusif (membangun) bagi
terciptanya ide-ide gemilang.
Ada beberapa hal yang layak diperhatikan
untuk menjadi Pemimpin Rapat yang baik adalah :
1.
Jangan bersaing dengan anggota Rapat dalam melontarkan Ide. Persilakan mereka
mengajukan usul lebih dulu.
2.
Dengarkan dengan seksama semua pendapat. Koreksi
atau luruskan pendapat yang menyimpang dengan cara yang halus. Jangan
sekali-kali menghakimi. Asumsikan, bahwa setiap usul memiliki nilai.
3.
Jangan biarkan satu pihak dalam posisi terdesak.
Segera lakukan tindakan “ Penyelamatan “
4.
Kontrol peserta Rapat yang dominan tanpa
terkesan mengasingkannya
5.
Sadarilah, bahwa minat dan subjektivitas anda
bisa mempengaruhi yang lain
6.
Pastikan semua peserta Rapat paham apa yang
tengah dibahas, dan apa yang diharapkan
dari mereka. Jika perlu digunakan alat bantu, seperti Overhead
projector, papan tulis.
7.
Tanyakan anggota Rapat yang memiliki masalah dengan tugasnya untuk
memastikan, apakah masalah itu pantas
dibahas, atau apakah solusi yang ditawarkan memuaskan
8.
Berikan giliran memimpin Rapat pada yang lain.
Orang yang diberi kesempatan memimpin akan belajar bagaimana berpartisipasi
aktif dalam Rapat.
Contoh Penyampaian Presentasi.
Kampanye/Presentasi
Humas Untuk Perilaku Berobat.
Situasi : Banyak anggota masyarakat
yang berusaha mengobati penyakitnya sendiri dengan membeli obat-obat yang tidak
jelas kualitasnya dari pedagang obat
jalanan. Ketidaktahuan masyarakat dibidang kesehatan acapkali dimanipulasi
secara sengaja oleh Perusahaan-perusahaan Farmasi. Angka kasus over dosis,
kesalahan diagnosis, serta penggunaan obat-obatan yang kadaluarsa, karena
terlalu lama disimpan di rumah, masih relatif tinggi.
Tujuan : Dep. Kesehatan bermaksud
mengimbau masyarakat, agar berhati-hati dalam memakai obat. Untuk
penyakit-penyakit tertentu, masyarakat hendak diimbau agar langsung ke Dokter.
Jangan sampai, mereka mengobati sendiri secara sembarangan, karena resikonya
sangat tinggi.
Khalayak : Para Pemerintah, guru, dokter,
perawat, pemimpin atau tokoh masyarakat, serta masyarakat secara keseluruhan.
Media : Buku-buku, petunjuk yang
diterbitkan dan didistribusikan secara massal, baik dalam bahasa Inggris dan
bahasa-bahasa daerah, siaran berita keberbagai surat kabar, radio dan televisi,
penyuluhan kesehatan, penyebaran iklan-iklan layanan kesehatan masyarakat
diberbagai media cetak maupun elektronik.
Anggaran : Pos pengeluaran terbesar
akan tertuju pada biaya produksi terbitnya buletin informasi. Sedangkan, biaya
pemasangan ikalan layanan masyarakat tidak akan terlalu besar, karena disubsidi
oleh pihak media Pers.
Hasil : Ada dua cara untuk mengukur
hasil dari program humas ini. Yang pertama adalah menganalisis tingkat
penerimaan masyarakat atas berbagai macam terbitan informasi dibidang
kesehatan, serta mengadakan survey langsung keberbagai rumah sakit dan praktek
dokter mengenai jumlah penderita akibat Pengobatan secara serampangan sebelum,
selama, dan sesudah Kampanye Humas tersebut.
BAURAN PUBLIC RELATIONS (PR Mix)
Philip
Kotler dalam Marketing Mix (Bauran
Marketing) konvensional yaitu 4 Ps :
1.
Product
2.
Price
3.
Promotions
4.
Placement
Namun
dengan perkembangan sistem pemasaran dengan menampilkan gagasan memarketing menjadi 6 Ps, yakni dengan menambah 2 Ps Yaitu
:
1.
Power (Yang menyandang potensi mendorong (Push
strategy)
2.
Publik Relations (Yang berpotensi menarik (Pull
strategy)
Perbedaan
antara Pola 4 Ps yang Konvensiona dengan Bauran Memarketing adalah :
Pola 4 Ps yang konvensioanal lebih mudah
dikontrol (Controlled), karena korelasi komponen dalam marketing mix tersebut
berwujud dan terukur (tangible).
Sedangkan
dalam bauran memarketing, karena memasuki kekuatan opini (Power), persepsi,
tanggapan, dan tujuan yang hendak dicapai Publik Relations, maka hasil dan
prosesnya lebih sulit diukur (Intangible). Masalah citra atau kepercayaan itu
hasilnya sulit untuk diketahui tolok ukurnya dan sulit dikontrol
(Uncontrolled), karena variabelnya bersifat kualitatif. Sedangkan, bauran pemasaran konvensional lebih bersifat
kuantitatif.
Memarketing tersebut kemudian
dikembangkan oleh Thomas L. Harris dalam buku Marketer’s Guide to Publik
Relations, yang melahirkan Marketing
Publik Relations (MPR).
Dari
pendapat kedua pakar Pemasaran tersebut dikembangkan lagi secara rinci peranan Bauran PR (Publik Relations Mix) menjadi Pencils
yang hampir mirip dengan Promotion
mix, yaitu formula PASP (Publications, Advertising, Sales Promotions, and
Personal Selling)
Bauran
Publik Relations (PR Mix), jika
dijabarkan secara rinci dalam korelasi komponen utama peranan Publik Relations
adalah sebagai berikut :
a.
Publications
(Publikasi dan Publisitas
Fungsi dan tugas Public
Relations adalah : Menyelenggarakan Publikasi atau menyebarluaskan
Informasi melalui berbagai media tentang kegiatan Perusahaan/Organisasi, yang
pantas untuk diketahui Publik. Setelah itu, PR juga menghasilkan Publisitas
untuk memperoleh tanggapan positif secara lebih luas dari masyarakat.
Dalam hal ini, tugas
Publik Relations Officers (PRO) adalah : Menciptakan berita untuk mencari
Publisitas melalui kerjasama dengan Pihak Pers/Wartawan dengan tujuan
menguntungkan citra lembaga atau organisasi yang diwakili.
b.
Events
(Penyusunan Program acara)
PR juga merancang acara tertentu yang dipilih
dalam jangka waktu, tempat dan obyek tertentu yang secara khusus untuk
mempengaruhi opini publik, Seperti Event menyambut Perayaan Pesta Emas HUT RI
ke 50.
Ada beberapa jenis
Event diantaranya adalah :
1.
Calender
Event yang rutin (reguler event) dilaksanakan pada bulan tertentu sepanjang
tahun, seperti menyambut hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, hari Ulang
Tahun dan sebagainya
2.
Special
Event, yaitu Event yang sifatnya khusus, dan dilaksanakan pada momen
tertentu diluar acara rutin dari program kerja PR, seperti Peluncuran produk
baru (Product launching), Pembangunan kantor atau pabrik baru, gudang baru, dan
sebagainya.
3.
Moment
Event, yaitu Event atau acara yang bersifat momental, atau lebih khusus
lagi, misalnya seperti menyambut Pesta Perak, Pesta Emas, Pesta berlian, dan
hingga menhadapi millennium.
c.
News
(menciptakan berita)
Yakni upaya untuk menciptakan berita melalui press release, news letter, bulletin,
dan lain-lain yang biasa mengacu teknis penulisan 5W + 1H (Who, What, Where, Why, dan How) Sistematika Penulisannya
adalah “ Piramida terbalik “ Yang
paling penting diletakkan ditengah batang berita.
Untuk itulah seorang PR harus mempunyai kemampuan untuk
menulis, karena sebagian besar tugasnya untuk tulis menulis (PR Writing),
khususnya dalam menciptakan piblisitas.
d.
Community
Involvement (Kepedulian pada komunitas)
Tugas sehari-hari seorang Public Relations Officer (PRO)
adalah : mengadakan kontak sosial dengan kelompok masyarakat tertentu, serta
menjaga hubungan baik (Community relations and humanty relations) dengan pihak
organisasi atau lembaga yang diwakili.
e.
Inform
or Image (Memberitahukan atau meraih citra)
Ada 2 fungsi utama dari Public Relations, yaitu memberitahukan
sesuatu kepada publik atau menarik perhatian, sehingga diharapkan akan
memperoleh tanggapan berupa citra positif. Proses dari “ Nothing “ menjadi “
Something : dari tidak tahu menjadi tahu, setelah tahu menjadi suka, kemudian
diharapkan timbul sesuatu (Something), yaitu berupa Citra.
f.
Lobbying
and Negotiation (Pendekatan dan bernegosiasi)
Fungsi Public Relations Officer (PRO) juga harus mempunyai
keterampilan untuk melobi secara personal, dan kemampuan bernegosiasi, agar
semua rencana, ide, atau gagasan kegiatan suatu lembaga memperoleh dukungan
dari Individu dan Lembaga yang berpengaruh, sehingga timbul situasi saling
menguntungkan (Win-win Solution)
g.
Social
Responsibility (Tanggung jawab Sosial)
Aspek
tanggung jawab dalam dunia Public Relations sangat penting, PR tidak hanya
memikirkan keuntungan materi bagi lembaga atau organisasi serta tokoh yang
diwakilinya, tetapi juga kepedulian kepada masyarakat. Hal ini penting, supaya
ia memperoleh simpati atau empati dari khalayaknya. Inilah yang didalam
teori Public Relations disebut sebagai
Social marketing.
BAURAN KOMUNIKASI
(Communication Mix)
Unsur pokok dari bauran komunikasi berpijak pada “ Pragmatik Komunikasi “, dan
ditampilkan oleh Harold D. Lasswell. Bunyinya adalah “ Who says what in which channel to whom with what effect “
Komponen-komponen komunikasi
di atas berkorelasi secara fungsional. Kalau dijabarkan, unsur-unsur utamanya
adalah :
Who
says (Siapa
mengatakan) :
Komunikator
Says
what (mengatakan
apa) : pesan
(message)
In
which channel (melalui
saluran apa) : media
To
Whom (kepada
siapa) :
komunikan
With
what effect (dengan
efek apa) : efek
dan dampak
Peranan Kampanye Public Relations (PR
campaign) adalah sebagai berikut :
a.
Sebagai
Komunikator, PR harus mampu menjelaskan kegiatan dan program kerja kepada
publiknya. Ia juga bertindak sebagai mediator untuk mewakili lembaga terhadap
Publik, dan sebaliknya. Sebagai seorang profesional, public Relations harus
memiliki kemampuan bertindak sebagai berikut :
1. Creator, yaitu orang yang memiliki
kreatifitas dan pencipta ide atau gagasan cemerlang dalam berkomunikasi.
2. Conseptor, yaitu orang yang memiliki
kemampuan penyusunan program kerja public relations, khususnya dalam
berkampanye
3. Problem solver, yaitu orang yang mampu
mengatasi permasalahan yang dihadapinya, dinamis, solutif, dan proaktif dalam
menjalankan peranan public relations, khususnya dalam mengantisipasi gangguan.
b.
Pesan
merupakan sesuatu yang perlu disampaikan kepada penerima melalui teknik kampanye
atau propaganda tertentu berupa ide, gagasan, informasi, aktivitas, atau
kegiatan tertentu, yang dipublikasikan untuk diketahui, dipahami, dimengerti,
dan diterima oleh pibliknya.
c.
Media
merupakan sarana untuk menyampaikan pesan antara komunikator dengan
komunikannya. Cukup banyak alat untuk keperluan kampanye atau
berkomunikasi. Media atau alat kampanye Public Relations digolongkan sebagai berikut :
1. Media Umum, media umum seperti surat
menyurat, telepon, facsimile, dan telegraf
2. Media Massa, seperti media cetak, surat
kabar, majalah, tabloid, buletin dan media elektronic (TV, Radio, Film). Sifat
media massa ini mempunyai efek serempak
dan cepat (simultaneity effect), serta mampu mencapai pembaca dalam
jumlah besar dan tersebar luas di
berbagai tempat secara bersamaan.
3.
Media
Khusus, Seperti Iklan (Advertising), logo nama perusahaan, atau produk yang
merupakan sarana atau media untuk tujuan promosi dan komersial yang efektif. “
The Power of Corporate identity “ atau
identitas korporate berupa logo dan nama merupakan sumber daya yang paling
canggih . “ Perusahaan modern harus mampu mengkomunikasikan identitas koporat :
Nama/huruf Perusahaan (Logo, brand’s name, colour, Uniform, type face dan
office lobby, kepada setiap orang. Hal ini penting, terutama dalam iklim
kompetitif seperti sekarang. Mengapa
Logo merupakan perangkat penting bagi
perusahaan modern.??
a. Segi Pemasaran (Marketing tool),
seperti logo dan identitas perusahaan, selalu muncul pada setiap iklan
(Advertising) dan “ Kemasan Produk “
b. Merupakan Identitas perusahaan yang
tampil 24 jam, dan segi grafisnya bisa dicetak
diberbagai material, tempat, layar (screen), dan layar monitor komputer.
c. Dapat mempengaruhi dan memberikan suatu
citra tertentu bagi publik atau konsumennya, “ love at firs sight “ symbol of prestige and social status. “
d. Memberikan makna tertentu dibalik logo,
“ What we have done and refresenting people behind the company.
4.
Media
Internal, media Internal adalah media yang dipergunakan untuk kepentingan
kalangan terbatas dan nonkomersial, serta lazim digunakan dalam aktivitas
public relations. Media ini ada beberapa
Jenis yaitu :
a. House journal, seperti majalah bulanan
(in house magazine), Profil Perusahaan (Company Profile), laporan tahunan
perusahaan (annual report), prospectus, buletin, dan tabloid.
b. Printed materials, seperti barang
cetakan untuk publikasi dan promosi, Biasanya berupa booklets. Pamphlet, leaf
lets, cop surat, kartu nama, memo, dan kalender.
c. Spoken and visual word, seperti audio
visual, vidio record, tape record, slide film, broad casting media,
perlengkapan radio, dan televisi.
d. Media Pertemuan, seperti seminar,
rapat, presentasi, diskusi, pameran, acara khusus (Special events),
sponsorship, dan gathering meet.
Komunikan, yakni publik yang menjadi sasaran dalam
berkomunikasi, baik secara langsung atau tidak .
Komunikasi
secara langsung atau tatap muka dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1.
Komunikasi antarpersonal (Interpersonal
communications) adalah komunikasi antara komunikator dengan seorang komunikan
yang dialogis, mudah, dan efektif untuk mempengaruhi dan mengubah sikap
seseorang.
2.
Komunikasi Kelompok (Group Communications),
yaitu mirip dengan komunikasi antar personal, tetapi dalam keterlibatan
komunikan yang lebih besar. Dasar pengklasifikasiannya bukan data dalam jumlah
besar secara matematis, tetapi sejauh mana tanggapan atau opini yang diberikan
oleh komunikan tersebut.
3.
Komunikasi Media massa (mass media
communications), yaitu komunikasi yang menggunakan media massa sebagai
mediatornya
4.
Siapa dan bagaimana publik yang menjadi sasaran
(target audience), khalayak sasaran terkait (stake holder), khalayak ramai
(mass audience), dan umum (public).
Untuk mendapatkan sasaran (target audience)
dalam kampanye PR, maka ditentukan sebagai berikut
a.
Pendekatan kependudukan (demographics approach),
dilihat dari tingkat sosial dan ekonomi, usia rata-rata, dan tingkat
pendidikan.
b.
Pendekatan psikologis (psychological approach),
yakni sasaran dari kelompok yang sama, preferensi, keinginan, cita rasa, gaya
hidup, sistem nilai atau pola yang dianut, hingga masalah-masalah yang sifatnya
pribadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar