Materi Kuliah Teknik
Presentasi II
Public Relations (PR)
pada Perusahaan
Tugas utama PR adalah memperlancar proses
komunikasi dan pemahaman, yang mencakup riset dan analisis, penyusunan
kebijakan, pemograman, komunikasi, dan umpan balik dari masyarakat yang terkena
dampaknya.
Praktisi PR bekerja pada dua tingkat yang berbeda, yakni :
Sebagai penasehat bagi klien atau manajemen suatu perusahaan, dan sebagai
teknisi yang menampilkan kejamakan fungsi.
Ada 10 bidang utama
pekerjaan Public Relations (PR) yaitu :
1. Reputasi-Proteksi dan Peningkatan
Hal ini menyangkut usaha
mempertahankan dan membina tanggapan, baik bagi sebuah perusahaan dengan
memperlihatkan kepada Public bahwa mereka adalah produsen yang efisien dengan
produk-produk bermutu tinggi dan sebagai penjual barang dan jasa yang terbuka.
Aspek fungsi tersebut adalah :
a. Melindungi perusahaan terhadap
serangan
b. Menjelaskan ketika timbul kontroversi
c. Memprakarsai program untuk
menjelaskan tujuan dan kebijakan perusahaan
d. Menunjukkan kepedulian terhadap masadalah-masalah
lingkungan
e. Melindungi dan mempromosikan logo dan
merk dagang perusahaan
f.
Memperlihatkan
bahwa perusahaan memperhatikan kesejahteraan karyawan dan masyarakat lingkungan
tempat fasilitas mereka berada.
Peran ini dilakukan dengan
menggunakan variasi komunikasi untuk membangun citra positif perusahaan.
Citra adalah :
Kepribadian atau karakter perusahaan yang diproyeksikan pada Public, yang
mencerminkan kebijakan dan tindakan perusahaan dan juga sebagai proses untuk
membangun identitas perusahaan.
2. Layanan Informasi
Sebagai bagian dari usaha membangun
reputasi Perusahaan dengan memberikan Informasi kepada masyarakat. Salah satu
bidang pentingnya adalah hubungan dengan media. Perusahaan biasanya mengirimkan
pernyataan pers ke Media massa dengan maksud menginformasikan kepada masyarakat
mengenai penghasilan, akusisi, produk baru dan sejenisnya. Mengadakan konfrensi
pers, Seorang PR juga kadang mengatur wawancara dengan eksekutif perusahaan.
3. Publisitas produk
Pengenalan produk baru dan kampanye
untuk penjualan produk yang sudah mapan merupakan fungsi PR yang biasa disebut
sebagai Komunikasi Pemasaran.
Philip Kotler,
Professor Pemasaran dari Universitas Northwestern, berkata bahwa Public
Relations adalah “ P “ kelima dari Strategi Pemasaran setelah : Product, Price, Place dan Promotion.
4. Hubungan Investor.
Pekerjaan ini disebut juga sebagai komunikasi
pemegang saham. Artinya, PR memberikan informasi kepada masing-masing pemilik
saham, atau mereka yang mempunyai minat khusus terhadap perusahaan.
Dengan mengirimkan laporan tahunan
dan laporan caturwulan secara lengkap bersamaan dengan cek deviden kepada
Pemegang saham secara berkala. Pemegang saham juga dapat mengajukan pertanyaan
mengenai manajemen atau menyuarakan keluhan.
5.
Hubungan Keuangan.
Fungsi PR lainnya adalah memberikan
informasi yang luas kepada komunitas keuangan dan menganalisa surat berharga di
bursa-bursa saham, Bank-bank besar dan lembaga serupa untuk mendapatkan
informasi dan kemudian membuat penilaian terhadap prospek keuangan sebuah
perusahaan. Atas dasar rekomendasi PR, perusahaan pialang dan investor membeli
atau menjual saham.
6. Hubungan komunitas (Communicaty Relations)
Perusahaan adalah bagian dari
lingkungan setempat. Oleh karena itu Perusahaan harus memiliki kewajiban
seperti :
a. Mengambil peran aktif dalam mendukung
organisasi masyarakat
b. Mendorong karyawan untuk pekerjaan sukarela
c. Memberikan sumbangan bagi konser
musik lokal
d. Meminjamkan tenaga kerja untuk
menunjang program pemerintah
e. Membina hubungan baik dengan
masyarakat dengan mengikuit peraturan lingkungan dan bekerjasama dengan
kelompok warga lain untuk meningkatkan kualitas hidup bersama.
7. Hubungan Karyawan.
Informasi yang terbuka dari manajemen
kepada karyawan dan dari karyawan kepada manajemen. Dengan fungsinya antara
lain sebagai :
a. Penerbitan majalah karyawan, surat
kabar atau majalah berita melalui pita video
b. Penulisan brosur untuk karyawan yang
menjelaskan tentang kebijakan perusahaan dan tunjangan karyawan
c. Persiapan materi audio-visual untuk
kepentingan pelatihan dan penyampaian kebijakan
d. Penjadwalan pertemuan staf dan seminar
e. Pelatihan bagi manajer dan penyedia
untuk menjadi pembicara yang bertugas sebagai komunikator bagi karyawan
f.
Mengkoordinasikan
kampanye penghematan energi atau produktifitas karyawan. Seperti merencanakan
kampanye karyawan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap kode etik perusahaan.
8. Penyelenggaraan acara istimewah.
Mensponsori beberapa kegiatan
Perusahaan-perusahaan seperti : Konser Musik, Peringatan Ulang tahun
Perusahaan, Lomba-lomba atau festival-festival kesenian lainnya yang berpeluang
untuk Publisitas.
9. Urusan pemerintahan
Tindakan pemerintah pada tingkat
lokal, daerah dan nasional membawa dampak besar bagi perusahaan. Fungsi PR
berusaha mempengaruhi pihak legislatif melalui kontak dengan legislator dan
instansi pemerintah dan mengatur semua urusan yang terkait dengan pemerintah.
10. Manajemen Isu.
Peran ini berfungsi untuk menentukan,
bagaimana berbagai isu publik akan mempengaruhi perusahaan. R. Howard Chase seorang konsultan Manajemen Isu,
mengatakan ada 5 langkah dalam proses manajemen isu, yakni :
a. Mengidentifikasi Isu
b. Menganalisis isu
c. Memastikan pilihan terbuka bagi
perusahaan
d. Memulai rencana tindakan
e. Mengevaluasi hasil
Public Relations dalam
mengemas pesan Komunikasi
Ada lima Kualifikasi
atau persyaratan dalam menekuni Public Relations yakni :
a.
Kemampuan
berkomunikasi, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan
b.
Kemampuan
mengorganisasikan
c.
Kemampuan
membina relasi
d.
Memiliki
Kepribadian jujur
e.
Memiliki
Imajinasi kuat
Didalam PR, komunikasi merupakan suatu proses yang mencakup
pertukaran fakta, pandangan, dan gagasan di antara suatu bisnis atau organisasi
tanpa laba dengan public-publiknya untuk mencapai saling pengertian. Ada tiga
butir penting yang perlu dipertimbangkan yaitu :
a.
Komunikasi
harus melibatkan dua orang atau lebih
b.
Komunikasi
merupakan pertukaran informasi yang bersifat dua arah
c.
Mengandung
Pemahaman.
Sebuah pengumuman yang dipasang di papan pengumuman bukanlah
merupakan komunikasi. Akan tetapi, jika pengumuman tadi telah dibaca,
dimengerti dan ditanggapi, maka pengumuman itu bias disebut komunikasi.
Komunikasi dikatakan efektif, jika suatu gagasan dapat
berpindah dari benak seseorang ke benak Publik Speaking orang lainnya.
Public Speaking,
Langkah awal menjadi Presenter
Public Speaking secara harfiah artinya berbicara di
depan umum seperti :
a.
Berceramah
b.
Pidato
c.
Pemandu
Acara (MC)
d.
Moderator
Seminar
Publik Speaking bukan hanya milik para pembicara
public, seperti Master ceremony (MC), Presenter atau moderator seminar. Publik
Speaking milik kita, dan kita perlu mengetahui dan menguasai.
Dengan kata lain Public
Speaking yaitu semua aktifitas berbicara (Komunikasi lisan) didepan orang
banyak. Termasuk dalam rapat, diskusi atau mengajar di kelas, presenter TV dan
Penyiar radio termasuk juga melakukan Public Speaking meskipun tidak face to
face.
Public Speaking merupakan asset dan investasi yang
sangat berharga dan menguntungkan. Publik
speaking saat ini memberikan begitu banyak kesempatan bagi kita semua untuk
meningkatkan karier, talenta kepemimpinan, kemampuan percaya diri, bahkan
sebagai sebuah sarana untuk memperbanyak jumlah teman, sahabat, kolega, kenalan
dan lain-lain.
Untuk menjadi Great
Public Speaker dapat dilakukan dengan 2 cara :
1.
Practice
: Latihan pidato didepan kawan-kawan, keluarga atau siapa saja yang bisa
mendengarkan ; didepan cermin ; menggunakan recorder
2.
Building
skill : Membangun keterampilan Public speaking (PS) dengan memahami teknik PS,
meliputi persiapan dan penyampaian.
Ada 3 hal yang sangat
penting dimiliki oleh seorang Pembicara Publik modern saat ini adalah :
1. Tindakan nyata (Konkret) : Bisa dilakukan
dengan cara meraih setiap kesempatan untuk berbicara di depan orang banyak.
2. Latihan : Berlatih bicara, melafalkan
kata-kata sulit, melihat ekspresi di cermin.
3. Terjun langsung kelapangan : Mulai
mencari kesempatan untuk berbicara di depan umum secara professional.
Salah satu Elemen penting
dari Public Speaking (PS) yaitu teknik vocal yang meliputi :
a. Intonasi (intonation) : Nada suara,
irama bicara, atau alunan nada dalam menghafalkan kata-kata.
b. Aksentuasi (accentuation) : Logat
atau dialek
c. Kecepatan (speed) : Jangan bicara
terlalu cepat
d. Artikulasi (articulation) : Kejelasan
pengucapan kata-kata ; pelafalan kata (pronunciation)
e. Infleksi ; Lagu kalimat, perubahan
nada suara
Resep sukses Public
Speaking.
Ada 3 Resep sukses yang perlu dipraktikkan dalam penampilan
kita di depan umum yaitu :
1.
Riset yang kuat (Research)
2. Latihan Penampilan (Rehearnse)
3. Tidak tegang (Relax)
Perhatikan alat bantu seperti mikrofon, tata cahaya,
perlengkapan audio visual dan segala peralatan lainnya yang akan digunakan pada
saat tampil. Agar presentasi anda dapat lebih professional.
Berikan sekilas humor atau parody, atau seindiran halus untuk
menyenangkan orang banyak. Pilih anekdot singkat, tidak lebih dari tiga kalimat
pembuka, masalah, dan kemudian gong-nya(Punch line)-nya, pilih sesuai dengan
tema pembicaraan. Tidak perlu tergesa-gesa menampilkan humor, biarkan mengalir
secara spontan.
Ada lima karakter yang
umumnya dimiliki seorang Publik speaking :
1.
Hasrat
(Passion)
2.
Energi
3.
Percaya
diri
4.
Kemampuan
untuk merasakan kenikmatan saat tampil
5.
Kemampuan
untuk berbagi antusiasme bersama audiens.
Public Speaking Tips.
1.
Public
Speaking bukan hanya milik selebriti, Public Speaking adalah milik semua orang.
2.
Modal
dasar public speaking bukan hanya masalah bisa bicara, tapi mau melakukan
tindakan nyata, mau melakukan latihan, mau terjun langsung kelapangan
3.
Modal
dasar lainnya adalah keberanian
4.
Teori
public Speaking tapi tanpa dipraktikkan hanya menjadi sia-sia
5.
Public
speaking tidak bisa diwakilkan kepada orang lain, harus Anda alami langsung
pengalamannya
6.
Kenali
diri sendiri sebagai modal utama dalam berbicara
7.
Kesuksesan
bisa direncanakan, begitu juga dengan kesuksesan berbicara didepan public
8.
Evaluasi
diri sendiri atau tanyakan pada orang terdekat Anda, apa yang menjadi kelemahan
dan kelebihan Anda saat berbicara.
Dalam merencanakan suatu presentasi pertama kita harus memilih
Format pidato yang diperlukan, format tersebut maliputi :
a.
Membaca
naskah yang dipersiapkan (manuskrip)
b.
Menyampaikan
Pidato yang dihafal terlebih dahulu (memoriter)
c.
Menyampaikan
Pidato mendadak/spontan (impromtu)
d.
Membuat
Pidato yang disampaikan tanpa teks/membuat out line/garis besar saja
(ekstempore)
Mengendalikan Ketakutan
dalam berpidato
Kehilangan konsentrasi, kehilanga arah dan tubuh berkeringat,
mulut bergumam, jantung semakin berdebar kencang. Begitulah pengalaman yang
sering dialami oleh para Public Speaking pada saat diatas Panggung. Perasaan takut,
terlalu banyak bergumam, demam panggung, kepanikan yang berlabihan, pikiran
tiba-tiba kosong yang kerap disebut sebagai “ Black out “adalah hal-hal yang
lumrah.
Ketakutan adalah reaksi spontan dari tekanan luar dan dalam
diri yang dialami seseorang untuk menghasilkan kemampuan yang lebih maksimal
dari talenta seseorang yang cenderung terpendam.
Teknik Menundukkan rasa
takut.
1.
Tetapkan tujuan yang realistis
Yaitu dengan menentukan tujuan yang
tidak terlalu banyak, dua atau tiga tujuan pokok, sama halnya menyediakan
pedoman kepada otak kita untuk bekerja mencari kata dan menyusun kalimat yang
relevan dengan tujuan kita tersebut.
2.
Kemampuan memvisualisasikan masa
depan.
Imajinasi sangat ampuh membunuh rasa
takut, cobalah berimajinasi seolah-olah Anda sudah mnejadi pembicara
professional.
3.
Menghilangkan pikiran negatif
Apakah Anda memiliki pikiran negative
?, kalau ya, sebutkan pikiran negative itu satu per satu, lalu menjabarkannya secara
singkat adalah salah satu cara untuk mengatasi pikiran negative, setelah itu
tuliskan gagasan Anda untuk menhilangkan perasaan negatif itu, seperti berikut
ini :
Pikiran Negatif : Saya takut lupa pesan
saya
Tindak lanjut
: Tuliskan poin-poin utama dalam secarik kertas yang bisa Anda baca pada saat
Anda blank.
Pikiran Negatif : Saya tidak siap, tidak dalam keadaan yang mendukung
Tindak lanjut :
Lakukan penelitian, riset kecil-kecilan, sampai Anda merasa puas, jangan lupa
untuk tenang
Pikiran Negatif : Apakah saya mampu mengangkat suasana
?
Tindak lanjut :
Harus melakukan riset dan terjun langsung ke audiens. Ketahui apa yang mereka
butuhkan saat itu.
Pikiran Negatif : Apakah materi yang akan saya bawakan cocok dengan tema pidato saya
Tindak lanjut :
Kuncinya adalah pengetahuan Anda tentang audiens. Kalau Anda tahu kondisi dan
kebutuhan audiens, tema pidato Anda dapat tepat sasaran
4.
Berpikir Positif
Simpul pikiran positif akan
menggerakkan zat adrenalin dalam tubuh dan mengubahnya menjadi rasa percaya diri yang akan mempengaruhi
proses ataupun pola pikir yang kemudian akan mewujud dalam kata-kata yang Anda
pilih dalam setiap percakapan.
Pikiran Negatif
: Saya akan gagal
Tindak lanjut
: Saya akan berhasil
Pikiran Negatif
: Saya akan lupa sesuatu
Tindak lanjut
: Saya menguasai topik yang saya bawakan. Saya mampu mengingat topik umum
pembicaraan saya
Pikiran Negatif : Audiensi akan membenci saya
Tindak lanjut :
Audiensi menginginkan saya berhasi. Audiensi menantikan kejutan dari saya.
Audiensi mendukung saya
Pikiran Negatif : Saya benar-benar gugup
Tindak lanjut :
Akan saya gunakan adrenalin yang mengalir dalam tubuh untuk memompa semangat
Pikiran Negatif : Audiensi tidak akan menikmati presentasi saya
Tindak lanjut :
Para Audiensi saya akan menyamankan posisi duduknya untuk menantikan kata-kata
saya.
5.
Latihan Konstan dua menit
Latihan dua menit ini adalah sebagai
pemanasan sebelum naik kepanggung.
6.
Berbicara dengan catatan kecil
Teman setia yang sangat membantu saat
mengalami rasa takut yg berlebihan adalah catatan diatas lembar kecil berisi
poin-poin penting presentasi Anda. Atau bisa juga catatan tersebut disimpan di
Hand phone atau notebook.
7.
Segmentasi latihan
Membagi Segmen waktu untuk
menyampaikan materi presentasi, agar Anda dapat menggunkan waktu untuk
presentasi semaksimal mungkin
8.
Tidak perlu menceritakan semua
pikiran kita
Terkadang kita ingin mengutarakan
semua isi otak (pikiran) kita kepada audiens sedang kita punya waktu yang
relatif terbatas. Simpan saja pikiran itu, pikiran akan spontan atau keluar
dengan sendirinya dalam bentuk improfisasi.
9.
Datang lebih awal
Datang lebih awal belum tentu
presentasi kita akan berhasil, apalagi kalau kita terlambat datang.
10. Bersosialisasi
Bahasa yang lebih keren untuk
sosialisasi sekarang ini adalah mingle atau bergaul. Tujuannya adalah agar kita
lebih dekat dengan Audiensi dan memberikan suasana relaks.
11. Memvisualisasikan kesuksesan
Memvisualisasikan
seandainya Anda sukses, akan seperti apa penampilan berbicara Anda, seberapa
ramainya tepuk tangan audiensi yang ditujukan kepada Anda. Waktu kecil saya
pernah membayangkan suatu saat saya akan tampil di TV seperti Tantowi Yahya,
Kalau bisa saya ingin sukses pula seperti Mas Tanto
12. Kendalikan Nafas
Mereka
yang secara teratur berolah raga akan sangat beruntung karena telah terbiasa
mengendalikan nafas. Bicara dengan nafas tersengal-sengal bukan hanya membuat
audiens kesal, melainkan juga memboroskan energi Anda.
13. Pemanasan dengan berjalan
Ada
penelitian yang menunjukkan bahwa jika kita tekun melakukan latihan fisik,
sistem saraf kita akan menjadi relaks. Pemanasan dengan berjalan cepat beberapa
langkah lalu diam. Cara ini cocok untuk pidato atau presentasi yang ditujukan
untuk mengobarkan semangat atau membakar motivasi audiens.
14. Jadi diri sendiri, Kreatif
Tidak
usah repot-repot meniru karakter orang lain untuk membentuk style Anda sendiri.
Biarkan kemampuan pribadi Anda keluar
secara alami dengan sendirinya. Kalau ada tokoh dan figur baru yang populer di
publik dengan gayanya yang khas, tidak usah menirunya karena jika kita
menirunya, Audiens akan menilai kita tidak kreatif.
15. Jaga Makan dan Minum
Usahakan
Anda telah makan dan minum 45 menit sebelum naik ke atas panggung. Untuk
mendapatkan nafas dan kualitas suara yang baik seringlah konsumsi air putih
hangat dua gelas ukuran normal sebelum naik panggung atau melakukan presentasi,
dan bisa juga ditambah dengan makan buah-buahan.
16. Cintai Ketakutan itu
Cintai
rasa takut karena rasa takutlah yang akan memberikan inspirasi kepada kita
untuk menjadi kreatif dan melakukan hal-hal baru. “ Inspiring yourself by
loving the fear “
17. Fokus Kepada pesan dan Audiens
Suara
atau pikiran dalam benak kita itu bisa berasal dari mana saja, terutama tentang
hal-hal pribadi yang kita alami, Mungkin pada saat melakukan presentasi ada masalah
yang menimpa kita atau persoalan dengan keluarga yang belum selesai. Hal ini
bisa mengganggu fokus dan konsentrasi. Tidak ada jalan lain kita harus
melupakan semua masalah itu dulu dan berfokus pada inti pesan acara dan audiens
“ Let’s focus and sharpen your concentration “
18. Transformasikan energi rasa takut menjadi antusiasme
Melawan
rasa takut yang paling efektif adalah merubah rasa takut menjadi semangat dan
antusiasme.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar